Sabtu, 11 Januari 2014

Last love


Last Love


Author : keyza
Cast : Cho Kyuhyun ,Lee Hyun Hwa (OC),Lee Donghae,Lee Hyun Hee (OC)
Ratting : -
Fb: Zakia Sparkyu
Ini ff pertama yang aku buat, kalo nggak dapat feel nya ,salahkan orang sebelah anda #Plaaaak. Typo bertebaran...Oke cekidott...!!

            Sendiri terlarut dalam imajinasi. Arah, tujuan, dan acuan tak pasti. Ku tertelan oleh khayalan, seakan waktu kumiliki seutuhnya.
Termenung diam membisu. Memikirkan jalan hidup yang tak kunjung berubah. Berselimut sepi dalam harapan kosong. Anganku tak henti bersajak tentang bayang kesempurnaan.

            Satu menit, dua menit, tiga menit. Tetap berdiri di depan pintu. Tersadar ku dari lamunan, aku menarik nafas panjang kemudian secepat kilat aku bergeser posisi. Kyuhyun yang tadinya berniat mengejutkanku, terjatuh dan menabrak tiang yang ada di dekat pintu.
“aduuuh” (keluh kyuhyun sambil mengusap-usap kepalanya)
Ngapain kamu kyu, nggak ada kerjaan lain ya selain nabrakin diri ke tiang?” (tanyaku sambil tertawa kecil)
Kyuhyun hanya tersenyum malu. Aku membantunya berdiri, dan meminta maaf padanya. Kemudian kami duduk di dalam kelas.
“Yang lain pergi ke kantin, kenapa kamu masih disini? Sendirian, melamun pula?” (tanya Kyuhyun)
“Kamu sendiri sedang apa, masuk kelas kok lewat jendela, terus duduk di meja guru, lihatin orang melamun pula ?” (balasku)
“Hmmm. . . susah ya kalau mau ngasih kejutan buat cewek yang serba tahu kaya kamu.” (ucapnya sambil tersenyum)
“Bisa aja kamu Kyu.” (sautku)
“Iya dong, semua bisa aku lakukan untukmu, tapi ada satu hal yang tak akan sanggup aku lakuin buat kamu yaitu melupakan mu Hwannie. Karena hadiah terindah yang aku dapatkan darimu ialah mengenalmu.” (ucapnya sambil menatap ku)
“Eheemm. . . rayuan maut kambuh.” Jawabku
            Bel pertanda istirahat akan berakhir telah berbunyi. Kyuhyun yang semula duduk kemudian berdiri, menarik tangan ku lalu memberiku coklat bertuliskan ‘I L U’ dan surat kecil yang berbunyi :


Maaf aku membencimu. Maaf karena aku benci suaramu. Aku benci sifatmu. Aku benci sikapmu padaku. Aku benci saat kau tersenyum untuk orang lain. Aku benci saat kau tak bisa hadir untukku. Dan aku benar-benar sangat membencimu, mengapa aku tak dapat membencimu, sedikitpun. . . .

Kyu & Hwa


Kyuhyun berlalu meninggalkan ku saat aku sedang membaca surat darinya.
Seusai membaca, aku kembali melamun. Berfikir .. Ada tanda tanya besar dalam benakku. Sebenarnya, siapa orang yang benar-benar aku sukai. Donghae atau Kyuhyun ?
Tiba-tiba ada remasan kertas terjatuh di hadapan ku. Didalamnya bertuliskan :


   Jangan pernah berdusta atas apa yang kau lakukan, karena itu akan membuatmu terluka dan membuatku tersiksa.
                                                                        By: someone


Aku tak menemukan siapa yang melemparnya, dan aku tak mengerti apa maksud dari tulisan tadi.
Aku kembali melamun. Donghae adalah orang yang baik. Ia memperlakukan aku dengan lembut, selembut bunga yang gugur. Tatapannya seperti pedang yang memandang langit, begitu tajam dan dalam. Sedangkan Kyuhyun, dia kekanak-kanakan, usil, konyol. Tapi, disamping itu dia orang yang pengertian, jujur, perhatian, dan selalu hadir disaat aku terluka.. ya Tuhan, bantulah aku . . . .

            Keesokan harinya, di tempat yang sama seperti sebelumnya. Aku melihat Kyuhyun melamun di tempat ku berdiri kemarin. Aku perhatikan, dan perlahan aku dekati. Setelah aku mendekat, dia tak kunjung menyadari kehadiranku. Timbul pikiran jahil dalam otakku. Plastik yang aku bawa aku tiup, lalu ku ledakkan di belakangnya. Sontak dia terkejut, melonjak dan menabrak tiang dekat pintu.
“Lagi ???” (ucapku dengan nada merasa tak berdosa)
“Huuuuhuu.... kepala ku sakit Hwannie” (keluhnya seperti anak manja)
“yeeeh... belum lihat orangnya udah main panggil Hwannie aja, kalau salah orang kan malu.” (jawabku)
Kyuhyun menatapku sebentar, lalu menarik dasiku. Ia mengajakku duduk didepan kelas. Kami bercakap-cakap, berbagi cerita, dan bergurau, sampai-sampai kami lupa waktu.
 Sudah waktunya jam kelima dimulai. Kemudian kami kembali ke kelas dan duduk di kursi masing-masing.

            Bel pertanda istirahat kedua berbunyi. Hampir seluruh siswa di kelasku berhamburan keluar kecuali aku, Kyuhyun, dan Kevin.
Aku tertidur di kursi, Kevin& Kyuhyun berbaring di belakang kelas.
Disisi lain, ternyata Kyuhyun mengalami hal yang sama dengan ku. Dia merasa bingung. Hyun Hee, cinta pertamanya dulu, hadir kembali disaat Kyuhyun mulai merasa tak bisa melepasku.
Benar-benar cinta yang rumit. Aku terjebak diantara Donghae dan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun, Ia terjebak diantara Hyun Hee dan aku.

            Pulang sekolah, aku menyapu kelas terlebih dahulu. Kyuhyun menunggu ku di tempat parkir, meskipun dia tidak pernah mengantarku pulang. Dia tidak akan pulang sebelum aku pulang, atau jika dia memiliki urusan maka Ia akan mengatakannya padaku.
Seusai menyapu, aku menaiki kursi agar mudah menghapus papan tulis. Namun karena aku ceroboh, aku hampir terjatuh. Beruntung Donghae datang dan menolongku, jadi aku tidak terbanting ke lantai, melainkan jatuh ke pelukan Donghae.
“Gumawo Hae.”
Dia hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian dia mengatakan “Hati-hati Hyun Hwa  . . aku tidak mau kau terluka. Aku menyayangimu.”
Donghae pamit pulang, dan berlalu meninggalkan ku.
Jantungku berdegup kencang, seakan tak percaya. Donghae menyukaiku ?
 Disisi lain, Kyuhyun yang sedang menantiku bertemu dengan Hyun Hee. Hyun Hee menghampiri Kyuhyun, lalu Ia membisikkan kata cinta ditelinga Kyuhyun. Setelah itu dia pergi meninggalkan Kyuhyun.
“Apa aku tidak salah dengar? Hyun Hee menyukai ku?” (tanyanya pada diri sendiri)
             Hari berikutnya, aku dan Kyuhyun merasa agak sedikit canggung. Entah mengapa aku merasa sangat tidak nyaman, begitu pula Kyuhyun. Muncul pertanyaan dalam benak kami, sebenarnya siapakah yang aku sukai?
             Dua hari kemudian, disaat jam istirahat. Aku pergi ke kantin dan Kyuhyun pergi ke taman. Aku hanya duduk mendengarkan ocehan teman-teman. Tiba-tiba Donghae datang dan menarik tangan ku. Dia membawaku keluar kantin. Donghae menatap mataku. Aku benar-benar kebingungan. Kemudian Donghae mengatakan “Hyun Hwa, aku mohon kamu menjawabnya sekarang. Aku butuh jawabanmu..”
Aku hanya terdiam membeku, tak mampu berkata-kata.
Disaat yang sama, Kyuhyun dihampiri oleh Hyun Hee. Dia mengatakan “Aku butuh jawabanmu Kyu.” Kyuhyun hanya diam tanpa kata.
Pikiran ku dan Kyuhyun terhubung, kami tidak bisa mengatakan iya. Kami menjawab “Maaf, aku tidak bisa.”
Lalu kami berlari menuju kelas. Aku dan Kyuhyun bertemu disana. Kyuhyun mendekatiku dan berkata, “Hyun Hwa. . .”, kemudian aku memotong perkataannya,
“ya, aku tahu Kyu. Aku tidak bisa membohongi perasaan ku. Aku juga sayang sama kamu, Kyu.”
Aku dan Kyuhyun tersenyum bahagia. Merasa tak percaya, tapi inilah kenyataannya. Kami telah bersatu, tidak ada lagi yang bisa menggantikan.
Tanpa kami sadari, ternyata Donghae & Hyun Hee mengikuti kami. Mereka melihat kejadian yang baru saja aku & Kyuhyun alami.
Setelah aku melihat mereka, aku meminta maaf pada Donghae, dan Kyuhyun mengikuti, dia meminta maaf pada Hyun Hee. . .
Sekitar dua menit suasana menjadi hening. Aku dan Eza merasa bersalah atas kejadian ini. Namun, tiba-tiba Donghae dan Hyun Hee tertawa. Kemudian aku tersadar akan apa drama yang sedang terjadi, akupun tersenyum lebar. Kyuhyun kebingungan tidak mengerti.
Donghae kemudian menggandeng tangan Hyun Hee. Mereka terlihat sangat bahagia.
“Kau masih tidak mengerti ya? Kyu Kyu, pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu?” (ucap Hyun Hee dengan nada mengejek)
“Owh, . . iya iya . . .,,, apaan sih maksudnya, gak ngerti? Hehe.” (jawab Kyuhyun)
Kami bertiga tertawa geli mendengar ucapan Kyuhyun. Kemudian dengan sabar aku menjawab,
“Kita dikerjain Kyu. Mereka itu sepasang kekasih”
Donghae yang semula diam, menyambung perkataan ku
“iya, aku hanya merasa heran dengan kalian berdua. Sudah tahu saling cinta, malah menunda waktu. Oleh karena itu, aku ingin menguji kalian. Aku ingin kalian menyatu.”
“Untung saja semua berjalan sesuai harapan, jika tidak, drama ini tidak kunjung selesai kan.” (sambung Hyun Hee)
“Hmmmm..... ya ya, aku mengerti. Terimakasih Hae , Hee . . .” (jawab Kyuhyun sambil tersenyum bahagia)
“iyaaa,,,, tapi kalau kalian ingin berpisah, kalian harus meminta ijin lebih dulu pada aku dan Hyun Hee,! Arasseo ?” (kata Donghae)
Kemudian aku dan Kyuhyun menjawab, “iya-iya,, kami mengerti.”

             Sejak saat itu, tak ada lagi kegundahan dalam hati kami. Kami merasa bahagia, dan kami semakin dekat. Begitu juga Donghae dan Hyun Hee, mereka semakin dekat walau sebelumnya mereka harus menunda jadwal pacaran mereka karena kami. ^_^
             Hari-hari kami berempat tak lagi rumit seperti croup cyrcle. Melainkan sangat indah seperti bunga sakura pada musim semi.


~SELESAI~