Last Love
Author :
keyza
Cast : Cho Kyuhyun
,Lee Hyun Hwa (OC),Lee Donghae,Lee Hyun Hee (OC)
Ratting : -
Fb: Zakia
Sparkyu
Ini ff
pertama yang aku buat, kalo nggak dapat feel nya ,salahkan orang sebelah anda
#Plaaaak. Typo bertebaran...Oke cekidott...!!
Sendiri terlarut dalam imajinasi.
Arah, tujuan, dan acuan tak pasti. Ku tertelan oleh khayalan, seakan waktu
kumiliki seutuhnya.
Termenung
diam membisu. Memikirkan jalan hidup yang tak kunjung berubah. Berselimut sepi
dalam harapan kosong. Anganku tak henti bersajak tentang bayang kesempurnaan.
Satu menit, dua menit, tiga menit.
Tetap berdiri di depan pintu. Tersadar ku dari lamunan, aku menarik nafas
panjang kemudian secepat kilat aku bergeser posisi. Kyuhyun yang tadinya
berniat mengejutkanku, terjatuh dan menabrak tiang yang ada di dekat pintu.
“aduuuh” (keluh kyuhyun sambil mengusap-usap
kepalanya)
“Ngapain kamu kyu, nggak ada kerjaan lain ya selain
nabrakin diri ke tiang?” (tanyaku sambil
tertawa kecil)
Kyuhyun
hanya tersenyum malu. Aku membantunya berdiri, dan meminta maaf padanya.
Kemudian kami duduk di dalam kelas.
“Yang lain
pergi ke kantin, kenapa kamu masih disini? Sendirian, melamun pula?” (tanya Kyuhyun)
“Kamu
sendiri sedang apa, masuk kelas kok lewat jendela, terus duduk di meja guru,
lihatin orang melamun pula ?” (balasku)
“Hmmm. . .
susah ya kalau mau ngasih kejutan buat cewek yang serba tahu kaya kamu.” (ucapnya sambil tersenyum)
“Bisa aja
kamu Kyu.” (sautku)
“Iya dong,
semua bisa aku lakukan untukmu, tapi ada satu hal yang tak akan sanggup aku
lakuin buat kamu yaitu melupakan mu Hwannie. Karena hadiah terindah yang aku
dapatkan darimu ialah mengenalmu.”
(ucapnya sambil menatap ku)
“Eheemm. . .
rayuan maut kambuh.” Jawabku
Bel pertanda istirahat akan berakhir
telah berbunyi. Kyuhyun yang semula duduk kemudian berdiri, menarik tangan ku
lalu memberiku coklat bertuliskan ‘I L U’ dan surat kecil yang berbunyi :
Maaf aku membencimu. Maaf karena aku
benci suaramu. Aku benci sifatmu. Aku benci sikapmu padaku. Aku benci saat kau
tersenyum untuk orang lain. Aku benci saat kau tak bisa hadir untukku. Dan aku
benar-benar sangat membencimu, mengapa aku tak dapat membencimu, sedikitpun. .
. .
Kyu & Hwa
Kyuhyun
berlalu meninggalkan ku saat aku sedang membaca surat darinya.
Seusai
membaca, aku kembali melamun. Berfikir .. Ada tanda tanya besar dalam benakku.
Sebenarnya, siapa orang yang benar-benar aku sukai. Donghae atau Kyuhyun ?
Tiba-tiba
ada remasan kertas terjatuh di hadapan ku. Didalamnya bertuliskan :
Jangan pernah berdusta atas apa yang kau lakukan, karena itu akan
membuatmu terluka dan membuatku tersiksa.
By: someone
Aku tak
menemukan siapa yang melemparnya, dan aku tak mengerti apa maksud dari tulisan
tadi.
Aku kembali
melamun. Donghae adalah orang yang baik. Ia memperlakukan aku dengan lembut,
selembut bunga yang gugur. Tatapannya seperti pedang yang memandang langit,
begitu tajam dan dalam. Sedangkan Kyuhyun, dia kekanak-kanakan, usil, konyol.
Tapi, disamping itu dia orang yang pengertian, jujur, perhatian, dan selalu
hadir disaat aku terluka.. ya Tuhan, bantulah aku . . . .
Keesokan harinya, di tempat yang
sama seperti sebelumnya. Aku melihat Kyuhyun melamun di tempat ku berdiri
kemarin. Aku perhatikan, dan perlahan aku dekati. Setelah aku mendekat, dia tak
kunjung menyadari kehadiranku. Timbul pikiran jahil dalam otakku. Plastik yang
aku bawa aku tiup, lalu ku ledakkan di belakangnya. Sontak dia terkejut,
melonjak dan menabrak tiang dekat pintu.
“Lagi ???” (ucapku dengan nada merasa tak berdosa)
“Huuuuhuu....
kepala ku sakit Hwannie” (keluhnya
seperti anak manja)
“yeeeh...
belum lihat orangnya udah main panggil Hwannie aja, kalau salah orang kan
malu.” (jawabku)
Kyuhyun
menatapku sebentar, lalu menarik dasiku. Ia mengajakku duduk didepan kelas.
Kami bercakap-cakap, berbagi cerita, dan bergurau, sampai-sampai kami lupa
waktu.
Sudah waktunya jam kelima dimulai. Kemudian
kami kembali ke kelas dan duduk di kursi masing-masing.
Bel pertanda istirahat kedua
berbunyi. Hampir seluruh siswa di kelasku berhamburan keluar kecuali aku,
Kyuhyun, dan Kevin.
Aku tertidur
di kursi, Kevin& Kyuhyun berbaring di belakang kelas.
Disisi lain,
ternyata Kyuhyun mengalami hal yang sama dengan ku. Dia merasa bingung. Hyun
Hee, cinta pertamanya dulu, hadir kembali disaat Kyuhyun mulai merasa tak bisa
melepasku.
Benar-benar
cinta yang rumit. Aku terjebak diantara Donghae dan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun,
Ia terjebak diantara Hyun Hee dan aku.
Pulang sekolah, aku menyapu kelas
terlebih dahulu. Kyuhyun menunggu ku di tempat parkir, meskipun dia tidak
pernah mengantarku pulang. Dia tidak akan pulang sebelum aku pulang, atau jika
dia memiliki urusan maka Ia akan mengatakannya padaku.
Seusai
menyapu, aku menaiki kursi agar mudah menghapus papan tulis. Namun karena aku
ceroboh, aku hampir terjatuh. Beruntung Donghae datang dan menolongku, jadi aku
tidak terbanting ke lantai, melainkan jatuh ke pelukan Donghae.
“Gumawo Hae.”
Dia hanya
mengangguk dan tersenyum. Kemudian dia mengatakan “Hati-hati Hyun Hwa . . aku tidak mau kau terluka. Aku
menyayangimu.”
Donghae
pamit pulang, dan berlalu meninggalkan ku.
Jantungku
berdegup kencang, seakan tak percaya. Donghae menyukaiku ?
Disisi lain, Kyuhyun yang sedang menantiku
bertemu dengan Hyun Hee. Hyun Hee menghampiri Kyuhyun, lalu Ia membisikkan kata
cinta ditelinga Kyuhyun. Setelah itu dia pergi meninggalkan Kyuhyun.
“Apa aku tidak salah dengar? Hyun Hee menyukai ku?” (tanyanya pada diri sendiri)
Hari
berikutnya, aku dan Kyuhyun merasa agak sedikit canggung. Entah mengapa aku
merasa sangat tidak nyaman, begitu pula Kyuhyun. Muncul pertanyaan dalam benak
kami, sebenarnya siapakah yang aku sukai?
Dua
hari kemudian, disaat jam istirahat. Aku pergi ke kantin dan Kyuhyun pergi ke
taman. Aku hanya duduk mendengarkan ocehan teman-teman. Tiba-tiba Donghae
datang dan menarik tangan ku. Dia membawaku keluar kantin. Donghae menatap
mataku. Aku benar-benar kebingungan. Kemudian Donghae mengatakan “Hyun Hwa, aku
mohon kamu menjawabnya sekarang. Aku butuh jawabanmu..”
Aku hanya terdiam membeku, tak mampu berkata-kata.
Disaat yang sama, Kyuhyun dihampiri oleh Hyun Hee. Dia
mengatakan “Aku butuh jawabanmu Kyu.” Kyuhyun hanya diam tanpa kata.
Pikiran ku dan Kyuhyun terhubung, kami tidak bisa
mengatakan iya. Kami menjawab “Maaf, aku tidak bisa.”
Lalu kami berlari menuju kelas. Aku dan Kyuhyun
bertemu disana. Kyuhyun mendekatiku dan berkata, “Hyun Hwa. . .”, kemudian aku
memotong perkataannya,
“ya, aku tahu Kyu. Aku tidak bisa membohongi perasaan
ku. Aku juga sayang sama kamu, Kyu.”
Aku dan Kyuhyun tersenyum bahagia. Merasa tak percaya,
tapi inilah kenyataannya. Kami telah bersatu, tidak ada lagi yang bisa
menggantikan.
Tanpa kami sadari, ternyata Donghae & Hyun Hee
mengikuti kami. Mereka melihat kejadian yang baru saja aku & Kyuhyun alami.
Setelah aku melihat mereka, aku meminta maaf pada
Donghae, dan Kyuhyun mengikuti, dia meminta maaf pada Hyun Hee. . .
Sekitar dua menit suasana menjadi hening. Aku dan Eza
merasa bersalah atas kejadian ini. Namun, tiba-tiba Donghae dan Hyun Hee
tertawa. Kemudian aku tersadar akan apa drama yang sedang terjadi, akupun
tersenyum lebar. Kyuhyun kebingungan tidak mengerti.
Donghae kemudian menggandeng tangan Hyun Hee. Mereka
terlihat sangat bahagia.
“Kau masih tidak mengerti ya? Kyu Kyu, pura-pura tidak
tahu atau memang tidak tahu?” (ucap Hyun
Hee dengan nada mengejek)
“Owh, . . iya iya . . .,,, apaan sih maksudnya, gak
ngerti? Hehe.” (jawab Kyuhyun)
Kami bertiga tertawa geli mendengar ucapan Kyuhyun.
Kemudian dengan sabar aku menjawab,
“Kita dikerjain Kyu. Mereka itu sepasang kekasih”
Donghae yang semula diam, menyambung perkataan ku
“iya, aku hanya merasa heran dengan kalian berdua.
Sudah tahu saling cinta, malah menunda waktu. Oleh karena itu, aku ingin
menguji kalian. Aku ingin kalian menyatu.”
“Untung saja semua berjalan sesuai harapan, jika
tidak, drama ini tidak kunjung selesai kan.” (sambung Hyun Hee)
“Hmmmm..... ya ya, aku mengerti. Terimakasih Hae , Hee
. . .” (jawab Kyuhyun sambil tersenyum
bahagia)
“iyaaa,,,, tapi kalau kalian ingin berpisah, kalian
harus meminta ijin lebih dulu pada aku dan Hyun Hee,! Arasseo ?” (kata Donghae)
Kemudian aku dan Kyuhyun menjawab, “iya-iya,, kami
mengerti.”
Sejak
saat itu, tak ada lagi kegundahan dalam hati kami. Kami merasa bahagia, dan
kami semakin dekat. Begitu juga Donghae dan Hyun Hee, mereka semakin dekat
walau sebelumnya mereka harus menunda jadwal pacaran mereka karena kami. ^_^
Hari-hari
kami berempat tak lagi rumit seperti croup cyrcle. Melainkan sangat indah
seperti bunga sakura pada musim semi.
~SELESAI~